
Setiap hari Rabu, suasana berbeda terasa di lingkungan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 7 Merangin, Jambi. Menjelang jam istirahat, seluruh aktivitas belajar mengajar dihentikan sejenak untuk melaksanakan pembacaan Panca Prasetya Korpri yang dikumandangkan melalui pengeras suara madrasah.
Pada saat pembacaan, seluruh pegawai, staf tata usaha, dan siswa diwajibkan berdiri tegap di tempat masing-masing. Suasana khidmat menyelimuti koridor dan ruang kelas, sebagai bentuk penghormatan dan internalisasi nilai-nilai pengabdian kepada negara.
Kepala MTsN 7 Merangin, H. Darul Kutni, S.Ag., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas formalitas. Menurutnya, pembacaan Panca Prasetya Korpri menjadi pengingat harian bagi pegawai dan staf akan janji setia kepada negara serta profesionalisme dalam melayani dunia pendidikan. "Ini adalah cara kami menjaga ritme kedisiplinan. Dengan berdiri tegap dan mendengarkan poin-poin Panca Prasetya, kami diingatkan kembali akan tanggung jawab besar sebagai aparatur negara," ujar salah satu Guru madrasah Tsanawiyah Negeri 7 merangin.
Keterlibatan siswa dalam kegiatan ini juga memiliki tujuan penting, yaitu menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini. Dengan membiasakan diri bersikap hormat terhadap simbol-simbol komitmen kenegaraan, siswa diharapkan dapat menyerap nilai-nilai nasionalisme secara alami.
Beberapa tujuan utama dari rutinitas ini antara lain internalisasi nilai kebangsaan, penguatan karakter disiplin dan kepatuhan terhadap aturan, serta membangun solidaritas di lingkungan madrasah. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menciptakan keseragaman gerak dan batin di antara warga madrasah.
Rutinitas pembacaan Panca Prasetya Korpri kini telah menjadi ikon kedisiplinan di MTsN 7 Merangin. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan karakter tidak hanya diberikan melalui buku teks, tetapi juga melalui pembiasaan nyata di lingkungan Madrasah.
Penulis : Harmaini
Editor : L. Widodo
|
202x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...